topi pria

Topi pria merupakan aksesoris wajib yang biasanya selalu ada di lemari pakaian pria. Aksesoris ini dinilai mampu memberikan kesan macho dan sporty. Tapi di waktu yang sama, topi juga jadi pilihan tepat ketika sedang malas menata rambut menggunakan pomade atau wax.

Tapi Anda jangan sampai salah dalam hal perawatannya. Tentu Anda tidak mau, bentuk topi menjadi tidak keruan karena Anda salah merawat dan mencucinya. Masing-masing bahan topi pun ada cara tersendiri untuk merawatnya. Berikut ini tips merawat topi pria sesuai bahannya.

1.      Bahan kulit

Jenis pakaian atau aksesori apapun yang memiliki bahan kulit asli pasti memiliki harga yang lebih mahal. Tentu karena bahannya sendiri memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Biasanya banyak toko yang menjual fashion items tersebut menggunakan kulit sintetis agar harganya pun lebih murah.

Topi pun kini banyak yang dihadirkan dengan menggunakan bahan ini. Anda bisa mencuci topi dengan menggunakan lap lembab. Ingat jangan terlalu basah, cukup lap topi dengan lap yang sudah diberikan sabun. Lalu keringkan dengan menggunakan lap kering. Pastikan tidak ada sabun tersisa agar bahan kulit tidak menjadi kering dan mengelupas.

2.      Bahan velvet atau beludru

Kalau bahan yang satu ini sudah terkenal tidak bisa terkena air. Kenapa? Karena bahan velvet memiliki permukaan bulu-bulu yang bisa rontok jika terkena air atau panas. Untuk itu, jika topi velvet kotor Anda bisa menggunakan brush lembut untuk membersihkan kotoran tersebut. Jika ingin mencuci bagian dalam nya. Anda bisa mencucinya menggunakan jasa dry cleaning. Hal ini tentu akan membuat topi lebih bertahan lama.

3.      Bahan anyaman

Topi anyaman menjadi salah satu model topi yang paling rentan bentuknya berubah. Tertindih sedikit atau salah-salah mencucinya, topi bisa menjadi penyok dan bentuknya tak lagi sempurna. Apalagi jika terkena air, area yang terkena air akan menjadi lembek dan lebih rentan penyok.

Untuk itu, jika ingin membersihkannya Anda bisa menggunakan brush yang agak besar dan kuas cat dengan bulu yang lembut. Gunakan keduanya jika Anda ingin membersihkan debu yang menempel. Jika bernoda, gunakan spotter dry clean dan gosok area yang bernoda menggunakan spons yang lembut.

4.      Bahan rajut atau wol

Topi dengan bahan ini biasanya dihadirkan dalam bentuk topi kupluk atau topi musim dingin. Karena memang bahan rajut mampu memberikan rasa hangat yang dibutuhkan saat cuaca dingin.

Sama seperti kebanyakan proses pencucian di atas, jangan gunakan air untuk mencuci jenis topi ini. Hal ini dikarenakan bahan rajut mampu menyerap air dan menjadi lebih besar ukurannya. Selain itu air pun membuat konstruksi menjadi rusak, dan ketika kering pun topi tak akan kembali seperti semula.

5.      Bahan kain, katun atau polyester

Jika dibandingkan dengan jenis topi lainnya, topi yang terbuat dari kain, katun, atau polyester cenderung lebih mudah dalam hal pencuciannya. Anda bisa mencucinya dengan menggunakan air dan sedikit deterjen cair. Lalu pelan-pelan cuci dengan tangan. Untuk topi dengan warna gelap Anda bisa menggunakan air biasa, sedangkan untuk topi katun berwarna cerah gunakan air hangat ya. Diamkan selama 20 menit, lalu bilas. Jangan peras topi cukup ditekan-tekan saja untuk menghilangkan sisa sabun.

Share:
Written by menfesyen
Pencinta fesyen pria, tapi tidak tertarik untuk menggaet lelaki.