Perang sepatu kebangsaan

Kedua merek sepatu yang akan kita bicarakan di artikel ini bisa dibilang merupakan sepatu kebangsaan para kaum skaters (dan para poser juga pastinya). Nah, tapi tentunya sepatu dari kedua merek ini tidak hanya dipakai oleh para pencinta skateboarding, karena kamu dapat menemukan sepatu Vans dan Converse ke mana pun kamu pergi.

Ya, kedua sepatu ini bisa dibilang merupakan pilihan sneakers luar yang cukup affordable, trendi, dan pastinya tahan lama. Tak jarang juga orang kerap membandingkan kualitas dan pamor dari kedua merek kenamaan ini. Lantas kali ini saya ingin membuat perbandingan singkat soal sepatu Converse dan Vans.

Let’s check it out!

Desain

Vans Old Skool Checkerboard

Saya bisa bilang desain sepatu dari kedua merek ini mirip tapi tidak sama. Ya, saya tahu kok kedua merek ini menawarkan begitu banyak varian sepatu. Tapi kali ini saya akan mengambil contoh dari varian paling populer (di saat ini) milik Converse dan Vans, yaitu Converse Chuck Taylor 70’s dan Vans Old Skool.

Desain kedua tersebut sama-sama memiliki vibe yang mirip. Bentuk yang ramping dan terkesan kokoh, ditambah dengan midsole vulcanized nan kuat melengkapi kedua sepatu tersebut. Nah, jadinya sebenarnya kalau soal desain, tergantung seleramu banget sih sebenarnya.

Tapi sebenarnya kedua sepatu ini bisa dibilang cocok dipadukan dengan hampir semua outfit kok!

Varian

Converse CT x Slam Jam Socialism

Kesamaan dari kedua merek ini (dan sebenarnya dengan merek-merek sepatu lainnya) adalah mereka menawarkan begitu banyak tipe sepatu dengan desain dan harga yang berbeda-beda. Sebut saja Vans dengan seri Era, Old Skool, Mountain Edition, dan Slip-On, lalu Converse dengan One Star, All Star, dan Chuck Taylor 70’s.

Tapi jika ingin dibandingkan, bisa dibilang bahwa Vans lebih memiliki banyak varian sepatu dengan desain dan fungsi yang berbeda-beda. Contohnya saja Vans menawarkan seri Ultrarange khusus untuk memberikan lebih banyak comfort, sedangkan Converse terkesan menempel dengan desain yang konvensional.

Branding

Converse x CDG Play

Kedua brand ini memiliki branding yang kuat. Ya, selain kamu dapat menemukan kedua sepatu ini di begitu banyak toko, brand awareness Vans dan Converse pun juga sudah tersebar di begitu banyak daerah dan kalangan. Menurut saya, pertanda suatu brand sudah memiliki awareness yang besar adalah ketika ada banyak orang yang mencoba untuk menjual versi palsu dari brand tersebut.

Oh ya, pastinya kedua brand ini juga kerap melakukan kolaborasi dengan merek lainnya maupun artis-artis besar. Vans sering berkolaborasi dengan merek seperti Supreme dan Fear of God, sedangkan Converse memiliki seri Converse CDG dan Golf Le Fleur yang begitu terkenal.

Jadi menurut saya di poin ini kedua brand ini cukup setara.

Sejarah

Vans Old Skool


Saya tidak akan membicarakan sejarah kedua sepatu ini secara detail (karena pastinya akan kepanjangan), tapi poin utama yang saya ingin tunjukkan adalah mengapa kedua sepatu ini memiliki history yang unik.

Brand Converse sendiri diciptakan oleh seorang bernama Marquis Mills Converse di tahun 1908, dan pada tahun 1917 perusahaan ini menciptakan “leluhur” dari sepatu Converse All Star masa kini yaitu sepatu “Non-Skids” yang sebenarnya merupakan sepatu basket.

Sedangkan Vans dimulai oleh 3 orang (Paul Van Doren, James Van Doren, dan Gordon C. Lee) pada tahun 1966, dan sepatu ini awalnya erat dengan vibe para surfers di tahun 60 dan 70-an. Tapi lihat kenyataannya, di masa kini kedua sepatu ini dipakai sebagai sepatu sehari-hari berbagai kalangan.

Harga dan Kesimpulan

Vans Old Skool

Soal harga, kayaknya sepatu dari kedua merek ini berada di posisi head-to-head. Ya, harga sepatu dari Vans dan Converse bisa dibilang cukup affordable dan masih masuk di kantong banyak orang. Kamu bisa membeli kedua sepatu ini mulai dari harga 500 ribu Rupiah saja untuk varian tertentu. Jadi saya tidak bisa bilang merek mana yang menawarkan sepatu di harga yang lebih murah.

Perihal kesimpulan, jujur saya akan sedikit biased karena saya memiliki lebih banyak sepatu Vans daripada Converse. Saya lebih suka dengan desain Vans yang dinamis, selain itu menurut saya midsole milik sepatu Vans lebih kuat dari milik Converse. Kalau berbicara soal segi comfort, saya bisa bilang kedua sepatu ini cukup mirip karena di masa kini mereka menawarkan berbagai teknologi insole yang nyaman (Ultracush Vans dan Lunarlon Converse).

Jadi kesimpulannya, menurut saya Vans masih menawarkan sepatu yang lebih oke daripada Converse.

Share:
Written by menfesyen
Pencinta fesyen pria, tapi tidak tertarik untuk menggaet lelaki.