Ikuti tips berikut agar bisa di-feature di Urban Sneaker Society!


Hypebeast. Kayaknya term ini udah nggak asing lagi deh di telinga kalian, terutama bagi kalian para millenials yang hobi surfing di Instagram. Ya, fenomena ini yang sebenarnya sudah hadir dari lama (dan yang sebenarnya dulunya memiliki konotasi negatif) berhasil “mengguncangkan” dunia fesyen di 5 tahun terakhir. Kalau mau saya rangkum, fenomena hypebeast merupakan sebuah histeria di mana orang-orang berlomba-lomba untuk memakai outfit yang hype dan bisa menarik perhatian.

Saya juga biasa mengatakan bahwa para hypebeasts ingin membuat leher orang lain patah saat melihat outfit mereka (alias kaget dengan harga dan betapa “norak”-nya mereka). Lantas, fenomena ini menyebar seperti virus, cepat dan mematikan. Nah, kalau kalian penasaran bagaimana sih cara mendeskripsikan para hypebeasts atau kalian mau menjadi anak hype, ayo baca artikel ini!

The Brands

Off-White T-shirt

Off-White, Bape, Yeezy, Supreme, Palace, Louis Vuitton, Gucci. The list will go-on sampai duit kalian habis. Ya, in particular, para hypebeasts akan mengenakan clothing items dari brand-brand tertentu yang memang terkenal hype (dan biasanya super mahal). Items dari beberapa merek tersebut kebanyakan dijual di harga yang sangat tinggi (dan profit margin-nya sangat mencengangkan).

Walau notabene dulu fenomena hypebeast kental dengan pakaian streetwear, sekarang luxury brands juga menghadirkan barang-barang hype bagi para kalangan muda yang ingin tampil lux dan mencolok. Kalau kalian ingin tahu atau mungkin mau membakar uang kalian untuk barang-barang dari brands yang hype, kalian bisa langsung mengunjungi situs seperti Ssense atau Farfetch.

The Fit

Hypebeast Fit

Soal hypebeast fit, kalian hanya memiliki 2 opsi (setidaknya menurut saya ya). It’s either you go super skinny, or oversized. Ya, sebenarnya sih fit tersebut terinspirasi dari gaya streetwear dan athleisure. Para hypebeast memiliki tendensi untuk memakai atasan yang oversized, tapi soal bawahan mereka akan memakai skinny jeans atau fitted track pants. Misalnya ya, kalau kalian pergi ke event seperti USS (Urban Sneaker Society), kalian akan sering melihat para kaum muda memakai hoodie BAPE oversized yang dipadukan dengan distressed jeans yang ketat.

Kalau menurut observasi saya sih, hypebeasts suka celana yang skinny untuk memberikan kesan stacking di bagian bawah celana saat mereka memakai sneakers tertentu. Tapi, tidak jarang kalian akan menemukan sebuah tragedi hypebeast yang tidak tahu konsep fitting (karena mereka lebih mementingkan harga daripada kecocokan).

The Shoes

Nike Air Fear of God 1

Bagi para hypebeast, sepatu yang mereka pakai adalah the highlight dari outfit mereka. Mereka akan berlomba-lomba memakai sepatu hype yang terbaru dan yang sedang disorot oleh dunia sneakers. Tak jarang mereka tidak peduli dengan estetika dari sepatu tersebut (misalnya di fenomena Yeezy 350 V2 Frozen Yellow, atau yang saya sebut sebagai Piss Yellow) karena yang mereka lihat hanyalah harga dan hype.

Nah, kalau berdasarkan hipotesis saya, para hypebeast masa kini mulai meninggalkan Yeezy (karena sekarang sudah tidak limited lagi), dan mereka menggandrungi berbagai collab Nike seperti misalnya Nike x Off-White dan Nike x Fear of God. Intinya sih, no collab, no life. Oh ya, tidak lupa juga bagi para hypebeast dengan kantong ekstra dalam, sepatu-sepatu dari luxury brands seperti Balenciaga, Dior, Gucci, Prada, dan LV merupakan pilihan utama mereka.

The Mentality

Hypebeast Outfits

Walau kalian sudah mengetahui merek hype, memiliki fit ala hypebeast, dan memakai sepatu yang haip abis, semuanya tidak akan lengkap tanpa mentalitas ala hypebeast. Kalian harus berpikir bahwa outfit kalian adalah lampu di tengah kegelapan, alias sumber perhatian semua orang. Kalian juga harus berpikir bahwa outfit kalian dijamin akan membuat tingkat kekerenan kalian meroket, dan semua orang akan langsung respect dengan kalian.

Tapi beneran deh, mentalitas para hypebeast itu sebenarnya keren banget, karena mereka itu super confident saat memakai outfit mereka. Namun, kadang kepercayaan diri itu disalah gunakan ketika mereka mulai meremehkan orang lain yang tidak memiliki outfit seperti mereka.

Share:
Written by menfesyen
Pencinta fesyen pria, tapi tidak tertarik untuk menggaet lelaki.