dasi pria

Namanya fashion, memang tidak akan lepas dari perkara selera dan identitas penampilan yang ingin ditampilkan. Termasuk, soal dasi. Buat sebagian pria, mungkin menggunakan dasi nyaris di setiap kesempatan sudah jadi sebuah keharusan, apalagi untuk pria yang diwajibkan memakai dasi oleh kantornya. Sebaliknya, pasti banyak pula yang lebih memilih untuk tidak pakai dasi. Padahal, ada banyak tipe dasi pria yang bisa bikin penampilan makin rapi dan keren.

Apakah benar, dasi pria hanya cocok dipakai ke acara formal? Simak langsung saja lima tipe dasi khusus pria dan kapan waktu yang tepat memakainya.

1.      Klasik semi-formal dengan standard tie

Pilihan model standard tie merupakan dasi dengan lebar 2.75 hingga 3.5 inci, yang cocok buat segala acara dan gaya. Dasi ini bisa Anda pakai untuk acara yang tidak terlalu formal atau kasual. Artinya, untuk gaya kasual semi-formal, Anda bisa mengandalkan dasi tipe ini untuk mendukung penampilan. Akan cocok bila dipadukan dengan setelan jas atau ketika Anda hanya mengenakan kemeja lengan panjang.

2.      Slim tie untuk gaya yang lebih modern

Buat Anda yang ingin tampil sedikit lebih kasual, Anda bisa memilih model dasi slim tie. Konon, tipe dasi slim tie ini menjadi solusi tepat untuk orang-orang yang tidak terlalu suka dasi terlalu lebar ataupun dasi terlalu ramping.

Memang, model satu ini memiliki lebar cukup minimalis, yakni 2 sampai 2.5 inci. Tak selebar standard tie, tapi juga tidak terlalu skinny. Meski modelnya memang lebih modern dan cocok untuk gaya kasual, bukan berarti Anda tidak bisa mencocokkan slim tie ini dengan setelan kemeja atau jas. Motifnya sendiri, bisa Anda sesuaikan dengan warna dan gaya outfit Anda.

3.      Untuk gaya kasual gunakan skinny tie

Lebih ramping dari slim tieskinny tie betul-betul merupakan sebuah inovasi dalam dunia fashion pria. Wajar, kalau di antara dasi-dasi lain, skinny tie menjadi model dasi paling disukai pria modern. Lebarnya yang ramping, nyaris di angka 1.5 sampai 2 inci.

Karena tidak selebar dasi-dasi pada umumnya, banyak yang percaya dasi ini kurang cocok bila dipakai untuk setelan formal. Anda tinggal pilih motif atau warna yang sesuai, skinny tie pun bisa dibawa ke dalam nuansa outfit formal.

4.      Unik dan berkelas à la ascot tie

Lebar dan pendek, itulah ciri-ciri dari ascot tie. Lebarnya yang bisa mencapai 4.5 sampai 6 inci, memang di satu sisi dasi ini terasa sangat old school. Namun, siapa sangka kalau dasi yang dulu hits di abad ke-19 ini kembali tren lagi.

Meskipun jarang dipakai dalam acara-acara kasual maupun semi-formal, dasi pria satu ini memang kalau dilihat-lihat akan lebih cocok bila digunakan untuk pergi ke acara yang resmi. Sebab, berkat ascot tie, konsep gaya yang dihasilkan akan terlihat unik, elegan, dan berkelas.

5.      Bergaya dengan si timeless bow tie

Siapa yang tidak kenal dasi kupu-kupu? Meski umurnya sudah sangat “tua”, ia tak pernah gagal dipadukan dalam setiap gaya berpakaian. Mau menggunakannya hanya dengan kemeja dan suspender? Bisa! Atau Anda mau mengenakannya dengan setelan tuksedo lengkap?

Share:
Written by menfesyen
Pencinta fesyen pria, tapi tidak tertarik untuk menggaet lelaki.